Category Archives: Berita Terbaru

Laporan Kegiatan Ramadhan 1442 H

By | Berita Terbaru | No Comments

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, meskipun bulan Ramadhan lalu masih kita jalani ditengah kondisi pandemi tetapi hal ini tidak sedikitpun mengurangi semangat kita untuk tetap dapat memeriahkan Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Panitia Ramadhan Masjid Al-Falah, IWKZ e.V. telah selesai menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  • Kajian Online
    • KARIB (Kajian Online Menjelang Maghrib)
    Masjid Al-Falah mengadakan kajian online setiap hari Senin-Jumat
    bekerjasama dengan Human Initiative yang diisi oleh beragam
    Ustadz dengan tema-tema seputar Tazkiyatun Nafs, Aqidah, Sirah
    Nabawiyah & Sahabat, dan Fiqih. Selain itu setiap Sabtu & Ahad KARIB diadakan atas kerjasama antara Masjid Al-Falah Berlin dengan
    Masjid Indonesia Frankfurt.
    • Kajian Ummul Falah
    Pengajian online spesial Ramadhan Ibu-ibu Ummul Falah Berlin yang
    diadakan setiap hari Selasa & Kamis dengan mengundang Ustadz &
    Ustadzah dari Indonesia dan juga menyajikan tema-tema seputar
    Keluarga dan Fiqih.
    • Kajian Dzikirmu Perisaimu, bersama Ustadz Hartanto Saryono, Lc. Kajian online ini diselenggarakan setiap hari Sabtu atas kerja sama dengan Rumah Tajwid, serta dengan beberapa komunitas pengajian kota yang berada di Jerman dan Austria.
    • Kajian Kolaborasi
    Kajian online yang diadakan setiap hari Ahad menghadirkan ustadz – ustadz kondang Indonesia, yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia di Jerman, Austria, Swiss dan Denmark.
  • Risalah (Radio Sahur Al-Falah)
    Meskipun Ramadhan lalu masih ditengah kondisi pandemi, tetapi hal ini tidak menghalangi panitia untuk berkreasi demi menghidupkan semangat Ramadhan dengan menebar kebaikan. Pada Ramadhan 1442 H panitia Ramadhan meluncurkan program Risalah (Radio Sahur Al-Falah) melalui platform Discord setiap harinya untuk menemani jamaah pada saat waktu sahur. Tema yang disajikan seputar tips-tips produktif selama Ramadhan, berbagi pengalaman antar jamaah, hingga berbagi strategi untuk meningkatkan kualitas diri.

  • Shalawat Cinta Rumah Surga
    Panitia PRS (Proyek Rumah Surga) Masjid Al-Falah, mengadakan shalawat bersama setiap hari Jumat ba’da ashar melalui platform Discord dan Zoom. Pada kesempatan tersebut jamaah berdoa bersama-sama berharap agar Allah SWT memudahkan cita-cita jamaah Masjid Al-Falah untuk dapat memiliki bangunan Masjid dengan tempat yang lebih baik agar bisa lebih memberikan manfaat yang lebih luas untuk masyarakat muslim di Berlin.
  • Ramadhan Cinta Al-Quran & Bincang Pemudi Al-Falah
    Meskipun kondisi pandemi hal ini tidak mengurangi semangat dan kebiasaan pemudi Al-Falah untuk mengadakan khataman Al-Quran bersama selama bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini dilakukan setiap hari dengan memanfaatkan platform Discord. Selain itu pemudi juga mengadakan program bincang-bincang pemudi dengan tema Mindful Ramadan melalui platform yang sama.

  • TPA Spesial Ramadhan
    TPA Masjid Al-Falah juga tidak mau ketinggalan untuk ikut serta meramaikan semangat Ramadhan dengan mengadakan kegiatan online untuk anak-anak dengan rentang umur 2 sampai 11 tahun. Pada kesempatan ini TPA Masjid Al-Falah mengundang Story Teller dari Indonesia Kak Maulana yang membawakan tema “Aku Bangga Menjadi Seorang Muslim”. Acara ini tidak hanya diikuti oleh anak-anak dari TPA dari Masjid Al-Falah saja, melainkan anak – anak dari beberapa kota di Jerman serta Athena-Yunani pun ikut hadir meramaikan acara online tersebut. Acara ini turut didukung oleh Kharisma Woman & Education.

  • Tebar Cinta Ramadhan Al-Falah oleh pengajian Ibu-ibu Ummul Falah
    Seperti Ramadhan biasanya Ibu-ibu Ummul Falah tidak pernah ketinggalan untuk selalu berbagi kebaikan selama bulan Ramadhan, meskipun tahun ini Ramadhan masih dalam kondisi pandemi hal ini tidak mengurangi semangatnya sedikitpun. Setiap hari Sabtu Ibu-ibu Ummul Falah menyumbangkan hidangan berbuka puasa komplit dengan takjilnya dengan porsi kurang lebih sebanyak 150 setiap pekannya yang dibagikan untuk para mahasiswa di Berlin.

  • Program Zakat, Infaq & Sedekah (ZIS)
    Masjid Al-Falah selama bulan Ramadhan membuka berbagai jenis donasi melalui program-program ZIS dan telah menyalurkan ke beberapa mahasiswa Indonesia di Jerman yang terkena dampak pandemi secara finansial dan juga menyalurkan ke Indonesia melalui partner Human Initiative. Alhamdulillah, total penerimaan zakat fitrah tahun 1442H di mesjid AlFalah IWKZ sebesar €2,672 (334 jiwa). Dari jumlah zakat yang ada, kami telah menyalurkan sebesar €1680 untuk 11 orang saudara kita di Jerman, sisanya disalurkan untuk saudara kita di Indonesia. Kami juga menerima Zakat Maal, fidyah, infaq & sedekah dalam program ‘berbagi sedekah, berbagi bingkisan, berbagi ifthar’ dan program lainnya.

  • Shalat Idul Fitri di Masjid Al-Falah
    Masjid Al-Falah mengadakan shalat Idul Fitri berjamaah dengan membaginya menjadi dua kloter dikarenakan kondisi pandemi Covid-19. Setiap kloter Masjid Al-Falah hanya menerima 50 jamaah, selain itu jamaah diwajibkan untuk mendaftar terlebih dahulu dan memenuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan. Setelah melaksanakan shalat Ied berjamaah para jamaah mendapatkan paket hidangan santap khas lebaran yang diberikan oleh KBRI Berlin.


Kami mengucapkan terimakasih banyak, Jazakumullah Khairan Katsiran kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan Ramadhan Masjid AlFalah – IWKZ e.V. 1442 H: Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman, partner kami Human Initiative, segenap panitia Ramadhan, dan tentunya seluruh jamaah yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan 1442 H. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima segala bentuk amal kebaikan dan ibadah kita.

Wassalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.


Muhammad Juan Akbar
Ketua Masjid Al-Falah IWKZ e.V

Project Management 101, Uni and Beyond

By | Berita Terbaru | No Comments

Pada tanggal 5 Januari 2021, IWKZ Wissenschaft telah berhasil menyelenggarakan seminar pertama dari rangkaian seminar „Uni and Beyond.“ Kali ini menghadirkan Prof. Ardi Marwan, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Berlin periode 2020-2024. Sebelum bertugas sebagai Atase Dikbud di Berlin, Prof. Ardi Marwan berprofesi sebagai dosen senior di fakultas linguistik, di mana beliau juga merupakan salah satu Guru Besar di Politeknik Negeri Pontianak.

Seminar daring berdurasi dua jam ini diikuti oleh 28 peserta yang terdiri dari mahasiswa Indonesia yang berdomisili di seluruh Jerman. Dalam sesi materi, Prof. Ardi Marwan menyampaikan fase-fase yang dibutuhkan dalam menginisiasi dan menjalankan suatu proyek (SMART goals). Selain materi tentang penyelenggaraan proyek, Prof. Ardi Marwan juga berbagi tips-tips bagi mahasiswa yang berminat untuk mencari pendanaan untuk proyek atau kegiatan akademisnya.

Setelah sesi materi berakhir, peserta dibagi dalam kelompok kecil, dan diberikan waktu 15 menit untuk simulasi inisiasi proyek. Hasil diskusi dari proyek peserta kemudian dipresentasikan selama masing-masing 5 menit, dan diberi feedback oleh Prof.Ardi.

Seluruh peserta yang berhasil mengikuti keseluruhan acara menerima sertifikat dari IWKZ e.V. Tidak lupa, sebagai bentuk apresiasi atas waktu dan partisipasi Prof.Ardi dalam acara seminar, Tim IWKZ Wissenschaft menyerahkan cenderamata pada tanggal 1 Februari 2021 yang bertempat di KBRI Berlin.

Sampai jumpa di seminar “Uni and Beyond” berikutnya!

Tata Cara Idul Fitri di Tengah Pandemi

By | Berita Terbaru | No Comments

1 Syawal 1441 H/Mei 2020 M

Dr. Saiful Bahri, Lc. MA
Dewan Pertimbangan Syari’ah Masjid Al-Falah (IWKZ e.V.) Berlin

A. Tata Cara Shalat Idul Fitri

  1. Berniat shalat sunnah Idul Fitri dalam hati (boleh dibantu dengan melafazhkannya)
  2. Bertakbiratul ihram (ALLAHU AKBAR)
  3. Disunnahkan membaca doa iftitah singkat
  4. Bertakbir sunnah sebanyak 7 (tujuh kali)
  5. Di sela-sela takbir membaca: subhânallâh walhamdulillâh wa lâ ilâha illallâh wallâhu akbar
  6. Membaca Surah al-Fatihah
  7. Disunnahkan membaca Surah al-A’la atau surah atau ayat-ayat lainnya dari Al-Quran
  8. Ruku’ dan membaca tasbih
  9. I’tidal dengan membaca rabbanâ wa lakal hamdu.
  10. Sujud pertama dan membaca tasbih
  11. Duduk di antara dua sujud
  12. Sujud kedua dan membaca tasbih
  13. Berdiri rakaat kedua
  14. Bertakbir sunnah sebanyak 5 (lima) kali
  15. Di sela-sela takbir membaca: subhânallâh walhamdulillâh wa lâ ilâha illallâh wallâhu akbar
  16. Membaca Surah al-Fatihah
  17. Disunnahkan membaca Surah al-Ghasyiyah atau surah atau ayat-ayat lainnya dari Al-Quran
  18. Ruku’, kemudian I’tidal, sujud dua kali diselingi duduk
  19. Tahiyyat akhir dengan bacaannya
  20. Mengucapkan salam

Dilanjutkan dengan khutbah dua kali.

B. Tata Cara Khutbah Idul Fitri

  1. Khutbah Id hukumnya sunah yang merupakan kesempuranaan shalat Idul Fitri.
  2. Khutbah Id dilaksanakan dengan dua khutbah, dilakuan dengan berdiri, dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.
  3. Khutbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:
    • Membaca takbir sebanyak sembilan kali.
    • Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca, “Alhamdulillah”.
    • Membaca shalawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca, “Allahumma shalli ‘ala Nabiyyina Muhammad”.
    • Berwasiat takwa.
    • Membaca ayat Al-Qur’an.
  4. Khutbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:
    • Membaca takbir sebanyak tujuh kali.
    • Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca, “Alhamdulillah”.
    • Membaca shalawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca, “Allahumma shalli ‘ala Nabiyyina Muhammad”.
    • Berwasiat tentang takwa.
    • Mendoakan kaum muslimin.

C. Contoh Khutbah Idul Fitri bersama Keluarga di Rumah

MENERUSKAN TRADISI KEBAIKAN DAN KEMUDAHAN BERBUAT BAIK
Disusun oleh
Dr. Saiful Bahri, Lc. MA

Assalâmu’alaikum wa rohmatullâhi wa barokâtuh

Allahu Akbar X 9

Alhamdulillâhi Robbil ‘Âlamîn. Ash-shalâtu was-salâmu ‘alan nabiyyil karîm Muhammadin wa ‘alâ âlihi wa sohbihi ajma’în. Ayyuhal Muslimûn ûshîkum wa nafsi bitaqwallâh.

Qôla Ta’âla: a’ûdzu biLLâhi minasy syaithânir râjîm.

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Yurîdullâhu bikumul yusro wa lâ yurîdu bikumul ‘usro wa litukmilul ‘iddata wa litukabbirullâha ‘ala mâ hadâkum wa la’allakum tasykurûn.

Segala puji bagi Allah, Dzat yang maha penyayang. Shalawat beriring salam semoga tercurah kepada teladan semua manusia, Nabi Muhammad SAW.

Istri, putra putriku, orang-orang yang kucintai

Kita telah melalui Bulan suci Ramadan tahun ini dalam kondisi yang tidak seperti biasanya. Pandemi global Covid19 turut menyambangi negeri kita. Tapi kita jangan pernah mengentikan syukur kepada Allah yang selalu membersamai kita. Kita berdoa semoga saudara-saudara kita yang sakit Allah berikan kesembuhan.

Di bulan Ramadan kita dimudahkan Allah berada dalam ketaatan. Ringan dalam berpuasa, menekuri mushaf al-Quran, shalat berjamaah di rumah, sahur dan buka bersama. Bahkan masih bisa berbagi dengan segala keterbatasan dan di tengah kesulitan. Itu semua adalah karunia Allah yang luar biasa.

Dalam Surah al-Baqarah ayat 185 yang tadi dibaca Allah menjelaskan bahwa Dia memang menginginkan kemudahan terhadap kita. Dimudahkan dalam ketaatan. Dimudahkan, diberi keringanan-keirnganan.

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ

Yurîdullahu bikumul yusro.

“Allah menginginkan kemudahan bagimu”

Maka marilah kita teruskan tradisi kebaikan dan kemudahan berbuat baik ini di bulan-bulan berikutnya.

Berikutnya, Allah berpesan agar kita agungkan selalu Allah yang Mahabesar, sebagaimana yang kita lakukan dalam shalat. Bertakbir dalam setiap pergerakan shalat kita. Agar kita terus ingat dan mengagungkan Allah dalam setiap nafas dan gerak hidup kita. Karena Allah membersamai kita kapan pun, dan dalam situasi apapun.

وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ

Wa li tukabbirullâha ‘ala mâ hadâkum

“dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu”

Berikutnya, Allah menginginkan kita agar selalu menjadi hamba-Nya yang bersyukur.

وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Wa la’allakum tasykurûn

“Dan supaya kalian bersyukur”

Maka kita harus pandai dan ringan berterima kasih dalam mengapresiasi orang. Lapang dalam memaafkan serta tak gengsi dalam meminta maaf atas kekhilafan.

Dengan tiga hal ini: 1) Kemudahan dalam ketaatan, 2) Mengagungkan Allah dalam segala situasi, 3) Selalu bersyukur, mari kita lanjutkan tradisi ini di bulan-bulan mendatang

Bârokallâhu fîkum jamî’an.

———————————————————————————————
(Duduk diantara dua khutbah)
———————————————————————————————

Allahu Akbar X 7

Alhamdulillâh. Ash-sholâtu was salâmu ‘ala Rasulillah. Wa ba’du.

Istriku dan Putra Putriku yang tercinta.

Teruslah bertakwa, agar Allah meridhai kita. Agar Allah kekalkan cinta di antara kita. Agar Allah makin menyayangi kita dan kumpulkan kita kembali kelak dalam surga khuldi-Nya.

Kita berdoa, agar Allah segera mengangkat wabah ini. Sehingga kita bisa kembali memakmurkan masjid dan mushola. Agar kita semarakkan kembali majelis-majelis ilmu. Agar kita bisa kembali bersua dan bersilaturrahim. Menyambung tali kasih dan cinta dengan banyak saudara.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Innallâha wa malâ`ikatahû yushallûna ‘alan nabiy, yâ ayyuhalladzîna `âmanû shollû ‘alaihi wa sallimû taslîmâ.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ‘âlihi wa shohbihî wa jamî’il muslimîn.

Astaghfirullahal ‘Adziim. Astaghfirullahal ‘Adziim. Astaghfirullahal ‘Adziim

Allhumaghfir lijamî’il muslimîn.

Ya Allah yang Maha Penyayang. Berkahilah keluarga kami, ilmu dan amal kami, rizki dan karunia yang Allah berikan.

Ya Allah yang Maha Pengampun. Ampunilah kami atas segala keterbatasan kami dalam bersyukur dan menjalankan perintah-Mu serta dalam berbagi dengan saudara-saudara kami.

Ya Allah yang Maha Kuasa. Angkatlah wabah penyakit ini, agar kami bisa kembali bersujud dan bersimpuh di masjid-masjid-Mu. Menemui saudara-saudara kami dalam majelis ilmu dan silaturahim.

Robbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ ‘adzâbannâr.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jakarta, 20.05.2020
Dr. Saiful Bahri, Lc. MA

sumber: http://asamuslim.id/

Kekuatan Bürgerplattformen dan Keberagamannya

By | Berita Terbaru | No Comments

Bürgerplattformen kembali mengadakan aksi besar di musim panas yang lalu. Kali ini bertempat langsung di Betonwerk Grünau, area bekas industri yang sudah lebih dari 3 tahun ini diperjuangkan oleh Bürgerplattformen Berlin untuk menjadi area pemukiman baru, di mana dapat dibangun ribuan apartemen baru sebagai salah satu solusi bagi krisis tempat hunian di Berlin sekarang ini.

Di aksi yang dihadiri oleh sekitar 500 orang dari seluruh penjuru Berlin ini, disampaikan kisah-kisah sukses Bürgerplattformen yang terbaru, juga isu-isu aktual yang sedang digarap oleh masing-masing Bürgerplattform di Berlin. Mewakili Bürgerplattform Wedding/Moabit (WIR SIND DA!), jamaah Masjid Al-Falah IWKZ e.V., Muhammad Bagus Dwi Saputra menyampaikan bahwa isu yang sedang digeluti sekarang ini adalah tentang perbaikan bantuan terhadap tuna wisma pada saat musim dingin. Selain itu Bagus juga menceritakan tentang apa yang membuatnya tergerak untuk ikut memperjuangkan isu ini.

Highlight pada aksi kali ini terletak pada update tentang perjuangan mewujudkan lahan hunian baru di Berlin. Tampil Ketua Masjid Al-Falah, Bang Karimi bersama E. Schilling dari Silbernetz e.V. menceritakan keanehan-keanehan yang terjadi dalam upaya pada isu ini. Di sesi ini disampaikan juga secara blak-blakan nama-nama yang selama ini memblokir upaya pembangunan gedung-gedung perumahan baru di Betonwerk Grünau. Para hadirin bersepakat bahwa krisis tempat tinggal di Berlin masih ada, dan ingin agar Bürgerplattformen terus mengupayakan terwujudnya gedung-gedung apartemen baru di Grünau.

„Sebagai bagian dari masyarakat Berlin, kita (Masjid Al-Falah IWKZ e.V.) tentu harus turut ambil bagian dalam hal-hal dan upaya-upaya yang bisa membawa Berlin ke arah yang lebih baik. Tidak hanya sebagai individu, tapi juga sebagai organisasi, sudah semestinya kita terus berusaha agar dapat memberikan dampak positif yang luas dan manfaat yang dapat dirasakan oleh orang banyak. ‚Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.’ Begitu kan sabda Nabi SAW? Dan insya Allah kebaikan yang diraih masjid juga menjadi kebaikan bagi jamaah semua.“ Begitu jawaban Bang Karimi ketika ditanya tentang motivasi keaktivannya di Bürgerplattformen.


Bürgerplattformen adalah platform kerjasama antar organisasi masyarakat. Di Bürgerplattform Wedding/Moabit sendiri terdaftar lebih dari 40 organisasi, di mana Masjid Al-Falah IWKZ e.V. termasuk di dalamnya. Sekitar ratusan organisasi lintas budaya, lintas agama, lintas kegiatan, lintas usia, yang tergabung dalam Bürgerplattformen se-Berlin. Di sini organisasi-organisasi menyingkirkan perbedaan, saling mengenal, saling mendengarkan, menemukan kesamaan-kesamaan yang menjadi perekat, sampai menyepakati dan memperjuangkan tujuan yang sama. Dalam upaya mewujudkan tujuannya Bürgerplattformen kerap bekerjasama, berkomunikasi dan berdialog dengan banyak tokoh masyarakat, politisi, pejabat, termasuk Regierender Bürgermeister Michael Müller.



Suasana ketika Aksi Bürgerplattformen Musim Panas Lalu–[Foto: V. Paster]

Solusi untuk Krisis Taman Kanak-kanak dan Hunian di Kota yang Tumbuh dengan Pesat
Berlin. Dalam pertemuan pada malam 18 Juni 2019, di mana senat Berlin menetapkan keputusan “Mietendeckel” sebagai usaha untuk menyelamatkan krisis tempat tinggal. Acara yang dihadiri hampir sebanyak 500 perwakilan dari sekitar 60 grup keanggotaan yang tergabung dari empat Berliner Bürgerplattformen diadakan di Grünauer Straße, tepatnya di atas area bekas pabrik beton sebesar 30 hektar di mana sebelum tahun 1990 merupakan tempat produksi “piringen metal” untuk pemukiman besar DDR.
Fokus bahasan pada malam tersebut adalah mencari solusi bagaimana organisasi masyarakat sipil mengatasi tantangan pesatnya pertumbuhan kota Berlin, terutama dalam hal ini mengenai tema penyediaan Kita (TK) dan pembangunan hunian baru.

Pemaparan Tema-tema yang Sedang Digeluti oleh Masing-masing Bürgerplattform di Berlin.-[Foto: V. Paster]

Demokrasi yang Hidup dan Keberagaman
Aksi ini merupakan bukti sekaligus perayaan akan keberagaman dan demokrasi yang hidup. Setelah menjelaskan mengenai tema pencapaian dalam bidang taman kanak-kanak dan transportasi umum, Jörg Gerasch, Pastor dari Proyek Abraham dari Bürgerplattform “Wir Bewegen Spandau” memperjelas kembali: “Ini adalah demokrasi yang hidup dan bekerja dengan baik. Ini merupakan contoh bahwa masyarakat saling bahu membahu, membangun kerja sama dengan komitmen akan sebuah tema dan bersimpati untuk mendukung hal-hal dengan tujuan yang baik, sebagaimana mestinya dalam demokrasi yang baik.”

Keberhasilan dalam Bidang Taman Kanak-Kanak
Bersama dengan Sekretaris Negara Bagian untuk Pemuda dan Keluarga, Sigrid Klebba (SPD), disampaikan keberhasilan kerjasama antara Bürgerplattformen dan Kantor Senat untuk Pendidikan, pemuda dan Keluarga yang sudah berjalan hampir selama 2 tahun. Pencapaian tersebut adalah antara lain menambahnya akses sekolah vokasi dan sekaligus menambahnya calon tenaga kerja untuk TK, dipercepatnya kesempatan untuk masuk ke dunia kerja dengan memperkuat pendidikan vokasi untuk asisten pekerja sosial dan sekolah vokasi guru TK, juga dengan kursi-kursi tambahan untuk penilaian dan penyetaraan ijazah dan sertifikat kerja luar negeri.

Perbincangan antara Ramona Herzberg (SO! MIT UNS) und Sigrid Klebba (SPD)-[Foto: V. Paster]

“Semua hal tersebut dapat diraih berkat dukungan vital dari Bürgerplattformen”, jelas Sigrid Klebba dan lanjut mengutarakan apresiasi atas “tuntutan dan pengawasan kritis dari Bürgerplattformen” yang pada akhirnya menuntun ke diskusi yang sangat konstruktif yang menimbulkan hasil yang diharapkan.

Blokade di Bidang Pembangunan Hunian Baru
Sebagai kontribusi untuk penyelesaian masalah krisis hunian di Berlin, topik terhangat dan terbesar di Berlin saat ini juga salah satu pertanyaan terpenting untuk masa depan, Berliner Bürgerplattformen telah mengembangkan sebuah model, “Model Grünauer” [i], dalam beberapa tahun terakhir. Masyarakat sipil, pelaku pasar serta aktor politik dan administrasi yang terorganisir bekerja sama untuk merealisasikan pemukiman perkotaan yang baru, integratif, dan beragam untuk tempat hunian, pembelajaran, dan pekerjaan.
Peran warga dalam model ini bukan sebagai penghambat (NIMBY – Not in my backyard) melainkan sebagai penggerak yang menginisiasi kerjasama dengan pelaku industri properti untuk mewujudkan hunian terjangkau yang layak, termasuk juga apartemen milik pribadi. Hampir tiga tahun yang lalu, melalui Bürgerplattformen bersama pemilik bekas pabrik beton tersebut pelaku pasar dengan model ini dapat direalisasikan.

Elke Schilling dan Karimi Al-Banjary Memaparkan Situasi Terkini terkait Usaha Mewujudkan Sejumlah Area Hunian Baru di Berlin-[Foto: V. Paster]

Dorongan terhadap gagasan umum juga terhadap realisasi konkret perumahan baru diatas lahan bekas pabrik beton yang tidak hanya menyediakan tempat untuk perumahan, tetapi juga taman kanak-kanak, sekolah, pusat komunitas dan banyak lapangan kerja baru dalam bidang perdagangan dan industri, sudah lama diusulkan oleh banyak tokoh dari masyarakat kota, ekonomi, dari kalangan yayasan sosial dari pihak politik lokal dan negara bagian dan lingkungan sekitar. Namun, pemangku kebijakan untuk pembangunan perumahan yang terjangkau di setiap distrik dan desa utamanya, merespon dengan penolakan, penghambatan, dan blokade. Elke Schilling dari Silbernetz e.V., Bürgerplattform Wir sind Da (Wedding/ Moabit) mengatakan, “Kami sebutkan saja nama-nama yang menilai pembicaraan dengan kami sebagai waktu yang sia sia, tidak berguna dan tidak terarah: Senator kota Katrin Lompscher (LINKE), walikota distrik Treptow-Köpenick Oliver Igel (SPD) dan anggota dewan distrik Rainer Hölmer (SPD).”

Berliner Bürgerplattformen bertanya: Dimanakah para pemilik lahan dan bangunan, politisi, dan pemerintah, yang berpikiran terbuka dan mendukung masyarakat sipil dalam menerapkan model seperti disebut di atas? Di mana orang-orang yang bertanggung jawab yang ingin membangun apartemen dan mengembangkan kota? Yang menginginkan orang-orang bisa datang ke Berlin dan yang tahu bahwa sebuah aksi lebih baik daripada menunggu? Karena krisis perumahan belum berakhir, bahkan dengan Mietendeckel sekalipun, para peserta menegaskan untuk tetap mendesak topik pembangunan perumahan baru.

[i] https://www.vhw.de/fileadmin/user_upload/08_publikationen/verbandszeitschrift/FWS/2018/4_2018/FWS_4_18_Richter.pdf [20.06.2019]

disadur dan diterjemahkan dari http://www.organizing-berlin.de/

Penggalangan Dana PRS (Food Stand) di IZDB e.V. dan Kemerdekaan HUT RI ke-74

By | Berita Terbaru | No Comments

Panitia Proyek Rumah Surga (PRS) menggalang dana dalam bentuk Food Stand untuk pembelian gedung Masjid Indonesia di Jerman dan juga untuk memperkenalkan proyek ini kepada seluruh elemen masyarakat yang berada di Jerman secara umum, khususnya masyarakat muslim di Berlin. Selain itu dalam Stand PRS juga disediakan info tentang proyek ini dalam bentuk poster dan kotak amal bagi siapapun yang ingin menyumbang.

Food Stand PRS hadir pertama kali di acara Straßenfest (family street party) yang diadakan oleh IZDB e.V (Interkulturelles Zentrum für Dialog und Bildung e.V)  pada tanggal 10 Agustus 2019. Acara ini berlangsung setelah sholat Idul Adha hingga pukul 17:00 sebagai bentuk perayaan hari raya Idul Adha. Di sini tim stand PRS menjual Sate Ayam dengan bumbu kacang dan dijual dengan harga 4,00€ per porsi. 

Selain itu Food Stand PRS juga hadir di Pesta Rakyat dalam rangka merayakan HUT RI yang ke 74. Pesta Rakyat diadakan di kediaman Duta Besar Indonesia di Berlin pada tanggal 17 Agustus 2019. Kali ini Food Stand PRS menjual Sate Padang dan Soto Padang dengan harga masing 6,00€, Bolu Karamel seharga 1,50€ dan Es Mambo seharga 1,00€ untuk setiap rasanya.

Ibu-ibu menyumbang makanan, para pemuda dan pemudi yang menjaga stand hingga mempersiapkan dan membereskan logistik. Banyak pengunjung yang hadir dalam acara dari berbagai negara ikut membeli makanan dan cemilan. Kedua Food Stand berlangsung dengan lancar dan semua makanan terjual sampai habis.

 

Proyek Rumah Surga (PRS) – Infaq terbaik anda untuk Masjid Al-Falah

By | Berita Terbaru | No Comments

“Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.” (HR. Ibnu Majah no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Masjid Al-Falah Berlin adalah masjid Indonesia di Berlin yang mempunyai fungsi sebagai tempat sholat berjama’ah dan melakukan ibadah lainnya. Selain itu, masjid Al-Falah juga menjadi pusat kegiatan masyarakat Indonesia seperti kajian keislaman, kebudayaan, belajar mengajar ilmu pengatahuan umum, TPA dan masih banyak lagi.

Seiring berjalannya waktu, jama’ah Indonesia di Berlin semakin banyak. Namun dengan kondisi masih menyewa flat/apartement yang tidak mampu lagi menampung banyaknya jama’ah, maka pencarian gedung baru yang lebih luas dan bersifat permanen sangat dibutuhkan. Oleh sebab itu, IWKZ e.V mengadakan penggalangan dana untuk pembelian gedung Masjid Al-Falah Berlin. Dalam waktu dekat ini dibutuhkan dana 600.000€ (Rp. 9.600.000.000) sebagai uang muka pembelian gedung.

Yuk, salurkan infaq terbaik anda untuk mewujudkan masjid Al Falah Berlin melalui:
IWKZ e.V.
DB Privat-und Firmenkundenbank AG
IBAN: DE22 1001 0010 0016647102
BIC/SWIFT: PBNKDEFFXX

Transfer Nasional
Bank Mandiri 105 00121 34957
a.n. Harisya Qisthi Nandini

Paypal: proyekrumahsurga@iwkz.de

Semoga infaq yang diberikan menjadi salah satu amal jariyah dan investasi di surga nanti, insyaa Allah.

Selengkapnya di www.prs.iwkz.de

Seminar Science For Indonesia (SCIFI) : Revolusi Industri 4.0, Apakah Indonesia Sudah Siap?

By | Berita Terbaru | No Comments

Industri 4.0 yang lekat dengan istilah Artificial intelligent, internet of Things, maupun Smart City ini merupakan revolusi Industri keempat dan berfokus pada transformasi digital. Menggabungkan teknologi IT, Mekanik dan Elektroteknik, revolusi Industri 4.0 belakangan mulai menjadi topik hangat dalam bidang teknologi industri sejak dihembuskan pada tahun 2011 silam dalam Hannover Fair di Jerman. Khususnya bagi Indonesia revolusi Industri ini menjadi momen penting untuk mengejar puluhan tahun ketertinggalan dalam bidang teknologi industri yang akhirnya diharapkan mampu meningkatkan perekonomian Indonesia hingga ke sektor terkecil, karena melalui perkembangan industri ini akan memberikan kesempatan lebih besar bagi perusahaan start up, dan mempermudah transfer teknologi dan produksi masal. Perkembangan ini terlihat begitu menjanjikan bagi masa depan Indonesia, namun di sisi lain, muncul pertanyaan: apakah Indonesia sebenarnya sudah siap untuk melakukan loncatan besar ini. Apakah Indonesia sudah siap menanggung segala dampak sosial ekonomi maupun politik, seperti meningkatnya pengangguran akibat otomatisasi Industri, penurunan jumlah pembayar pajak yang artinya berkurangnya anggaran negara, belum lagi mempertimbangkan masih rendahnya tenaga ahli dan keamanan sistem IT.

Untuk menjawab pertanyaan besar ini, IWKZ Wissenschaft mengundang Prof. Hendro Wicaksono, Profesor dalam bidang Teknik Industri yang merupakan ketua grup penelitian INDEED di Jacobs University Bremen, untuk menjadi narasumber acara seminar SCIFI yang diadakan pada 23 Juni 2019. Dalam presentasinya Prof. Hendro menyampaikan bahwa beberapa pemilihan fokus sektor industri oleh pemerintah yaitu sektor otomotif, elektronik dan kimia kurang tepat sasaran, karena industri tersebut bukan merupakan potensi Industri utama di Indonesia. Prof. Hendro justru menyarankan untuk memfokuskan perkembangan industri 4.0 pada sektor pertanian, perikanan, pertambangan, dan renewable energy, karena sektor-sektor ini lebih berdampak luas pada masyarakat terutama masyarakat pedesaan/daerah, serta mengoptimalkan nilai tambah dan efisinsi sumber daya alam pokok Indonesia, juga pengoptimalan peran elemen masyarakat melalui kolaborasi dalam ekosistem. Melalui sektor-sektor tersebut akhirnya akan tercapai peningkatan human skill (bukan human strength) untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, dan terutama membawa Indonesia menjadi leader dalam bidangnya. Selanjutnya, disampaikan oleh Prof. Hendro, peningkatan pendidikan dalam bidang Teknik, enterpreneurship, dan adaptive learning (pembelajaran adaptif) merupakan kunci dari percepatan pertumbuhan Industri Indonesia.

Pada akhirnya, bangsa Indonesia sendiri yang memutuskan dampak seperti apa yang akan dihadapi, namun Indonesia sudah memiliki potensi saing dalam indutri 4.0 ini. Melalui sinergi antar pemerintah, tenaga ahli dan masyarakat desa, start up digital juga UMKM, diiringi dengan pengadaan regulasi digital, kita berharap dengan diterapkannya sistem Industri 4.0 ini mampu mendongkak laju pertumbuhan ekonomi Indonesia kedepannya.

Seminar HDMI: Grundlage zum Vortrag

By | Berita Terbaru | No Comments

Berbicara di depan publik tentu bukan hal yang mudah. Khususnya bagi para mahasiswa perantau, tuntutan untuk mampu berbicara di depan publik dengan lugas dan jelas dalam bahasa asing menjadi tantangan tersendiri. Tidak hanya materi, mental dan kreativitas pun diuji dalam hal ini.

Melihat kecakapan untuk berbicara di depan umum merupakan kebutuhan yang begitu krusial bagi para mahasiswa, tim IWKZ Wissenschaft berinisiasi untuk mengadakan pelatihan dasar-dasar presentasi bagi mahasiswa Indonesia di Berlin yang akan segera menghadapi sidang skripsi ataupun presentasi perkuliahan. Di sini peserta diberikan pengarahan mengenai pemilihan tema, tips penulisan, pengolahan dan penyampaian materi, hal-hal teknis yang harus diketahui sebelum presentasi seperti besar ruangan dan pencahayaan, hingga bagaimana mengelola rasa nervous di depan panggung. Diharapkan melalui pelatihan ini para peserta mampu mengembangkan kapasitas diri untuk berbicara di depan publik. Untuk selanjutnya tim IWKZ Wissenschaft akan menyediakan forum latihan dan simulasi bagi mahasiswa yang akan maju presentasi dengan menguji kesiapan materi serta mendapatkan kritik membangun dari para audiens.

 

Partisipasi IWKZ e.V. dalam acara Internationale Küche für internationale Nothilfe (Dapur internasional untuk bantuan darurat internasional)

By | Berita Terbaru | No Comments

30 Maret 2019 lalu, organisasi Islamic Relief Deutschland mengadakan acara Internationale Küche für internationale Nothilfe sebagai bentuk penggalangan dana untuk amal dan juga kemanusiaan. Acara ini juga menjadi ajang memperkenalkan kuliner halal dari berbagai belahan dunia. Selain stand makanan khas Indonesia oleh IWKZ e.V., ada juga stand dari Turki, Meksiko, Perancis, Amerika, Sudan, Korea dan Pakistan.

Panitia stand Indonesia sebanyak 16 orang, walaupun dibentuk hanya H-7 acara dan bersamaan dengan periode ujian kebanyakan panitia, acara berjalan lancar. Stand Indonesia pun mendapat pujian langsung dari representasi Islamic Relief Deutschland sebagai stand dengan dekorasi paling meriah dan juga ramai dikunjungi.  Makanan dari stand Indonesia habis dan laku keras. Rendang menjadi menu terlaris di samping makanan lainnya seperti Ayam Balado, sayur tempe, gorengan, Lumpia, dan Onde-onde.

 

Verbesserung des Hilfsangebotes für Obdachlose bei Bürgerplattform

By | Berita Terbaru | No Comments

Selasa, 13 November 2018 IWKZ e.V. ikut menghadiri acara Aktionstreffen yang diselenggarakan oleh Bürgerplattform Wedding/Moabit di Revo Kirche Moabit. Acara kali ini mengupas kembali bagaimana kita menangani masalah para Tunawisma di Berlin dengan menggunakan data analisis sehingga diplomasi yang dilakukan tepat sasaran.

Ada 4 poin besar yang akan dilakukan Aktionsteam, yaitu:

  1. Interview dengan para Ketua tempat penginapan di Berlin untuk mencari hunian yang memungkinkan bagi Tunawisma
  2. Wawancara dengan para Tunawisma Berlin
  3. Membuat janji dengan setiap Individu dari berbagai wilayah
  4. Mendata secara statistik dari BVV tentang Obdachlosigkeit di Berlin

Kita semua berharap hal ini bisa membantu memperbaiki masalah Obdachlose yang ada di Berlin.