All posts by Admin

Sate Somay 2021 – Bazar Makanan Indonesia di Berlin-Jerman

By | Berita Terbaru | No Comments

IWKZ.de -BERLIN- Sate Somay a.k.a SASO, salah satu event Bazar makanan Indonesia terbesar di Berlin-Jerman yang diiniasi oleh Jamaah Masjid Al-Falah IWKZ e.V. ini kembali berhasil digelar dengan sangat baik.

Acara ini bertujuan untuk menggalang dana operasional Masjid Al Falah dengan menjual beranega ragam makanan khas Indonesia. Selain dijadikan moment untuk bersilaturahmi sesama masyarakat Indonesia, SASO juga menjadi ajang promosi kuliner kepada masyarakat Jerman.

Tahun ini hidangan utama yang dijual terdiri dari PemPek, Nasi Kapau, Batagor, Somay, Tekwan. Hadir juga menu baru spesial seperti Gudeg Krecek, Ramen, Bubur Ayam, Empal Gentong, Nasi Bakar. Dikarenakan masih dalam masa Pandemie, kegiatan SASO kali ini dilaksanakan dengan Prosedur Covid-19, pemesanan dilakukan dengan sistem Pre Order, namun inti acara bisa dilaksanakan di area terbuka. Bertempat di taman belakang Kruppstr. 13 A, 10559 Berlin, dari pukul 12 – 15 CEST para pemesan makanan bisa mengambil menu orderannnya. Menu On the Spot seperti Jajanan Pasar dan Nasi Liwet ikut serta memanjakan lidah.

Salah satu pengunjung, Satria Wannamba Putra menuturkan, bahwa ajang seperti SASO ini menjadi ladang amal yang berkah bagi pemasukan dana operasional Masjid. Satria menambahkan, SASO ini sebagai ajang reuni dan temu darat dengan sesama Jamaah lainnya, dan diharapkan hadir program program lainnya kedepan dari Masjid.

Meskipun dua tahun terakhir SASO ini tidak bisa dilaksanakan secara meriah seperti tahun tahun sebelumnya, dimana para pengunjung bahkan ada dari luar kota, bisa dipastikan, antusiasme masyarakat masih cukup tinggi kali ini. Terbukti dengan hasil untung bersih yang bisa mencapai angka 4633€.

Ketua pelaksana SASO 2021

Panitia pelaksana Fathoni Yoga menyampaikan rasa syukur dan bahagianya, karena Jamaah masih bisa berkontribusi memajukan Masjid Al Falah dengan ikut serta meramaikan SASO kali ini. Harapan selanjutnya, semoga SASO tahun  depan bisa lebih sukses dan bisa diadakan dengan lebih meriah lagi.

Berlin, 17 Oktober 2021
Penulis: Imam Rahmansyah
Koordinator für Presse- und Öffentlichkeitsarbeit

Tag der offenen Moschee – Islam adalah bagian dari Jerman

By | Berita Terbaru | No Comments

IWKZ.de -BERLIN- Setiap tanggal 3 Oktober Negara Republik Federal Jerman memperingati Hari Reunifikasi. Salah satu moment paling bersejarah itu ditandai sebagai simbol kebebasan bernegara yang dinamai sebagai  “penyatuan” bagi negeri Jerman kepada satu entitas yang lebih besar, karena tidak ada lagi pemisah antara Jerman Barat dan Timur sejak 1990. Hal ini berlaku dengan sistem bermasyarakatnya, Jerman memberikan ijin kepada setiap Agama untuk memenuhi hak haknya. Oleh sebab itu, di tanggal yang sama,  diperingati juga ,,Tag der offenen Moschee”, dimana Masjid dan Organisasi Keislaman di seluruh Jerman menawarkan program terbuka bagi masyarakat untuk berkunjung, berkenalan lebih dekat guna mendapatkan informasi terkait tempat ibadah umat muslim ini dengan seluk beluk tentang organisasinya.

Atas kerja sama Kiez einander dan beberapa Masjid di Berlin, termasuk di dalamnya Masjid Al-Falah IWKZ e.V. Ikut serta dalam program tersebut. Janina Pomplun, salah satu warga Jerman yang tertarik berkunjung ke IWKZ e.V. mengatakan, dia sangat senang bisa berkenalan lebih dekat dengan Masjid, tidak hanya program dengan tema ritual beragama saja yang dia dapatkan, melainkan ternyata program budaya, pendidikan, sosial dan seni juga ditawarkan oleh satu satunya Masjid Indonesia di Ibu Kota Jerman ini.

“Saya sangat antusias ikut program tahunan ini, ketertarikan saya cukup tinggi untuk mengenal Indonesia dan keberagaman agamanya, termasuk islam, menjadi pengalaman sangat berkesan mengenal Masjid Al Falah di Berlin”, tutur Janina.

Islam adalah bagian dari Jerman, dan kedepannya sangat diharapkan, citra Islam akan semakin diterima lebih positif dengan melakukan pendekatan sosial yang lebih beragam dan bijak. Terutama program tahunan seperti ,,Tag der offenen Moschee” ini sangat membantu para pemuka Agama, untuk memperkenalkan Islam kepada khalayak Jerman lebih dekat.

Berlin, 3 Oktober 2021
Penulis : Imam Rahmansyah
Koordinator für Presse- und Öffentlichkeitsarbeit

TAMAM Workshop

By | Berita Terbaru | No Comments

IWKZ.de -BERLIN- Pada tanggal 18 dan 19 September 2021, IWKZ diundang untuk mengikuti rangkaian Workshop bertema pendidikan budaya Islam yang diinisiasi oleh Museum für islamische Kunst Berlin dan tim TAMAM. Sebagai salah satu komunitas keagamaan Islam di Jerman, IWKZ telah berpartisipasi dalam Proyek TAMAM sejak tahun 2017. Turut hadir Amalia Ardian dan Amilin Husein, mahasiswa TU Berlin mewakili IWKZ dalam kegiatan Workshop tersebut. Dikarenakan protokol pencegahan penyebaran COVID-19, maka peserta dibatasi hanya berjumlah 12 orang. Mereka berasal dari kota Berlin dan perwakilan beberapa organisasi dari berbagai kota di Jerman. Rangkaian Workshop berdurasi selama dua hari, dimulai pukul 10 pagi hingga 17 petang.

Rangkaian kegiatan di hari pertama diisi dengan perkenalan dari para peserta dan tim TAMAM, kemudian dilanjut dengan ice-breaking. Yang menarik adalah peserta diberi kesempatan untuk mengunjungi Museum für Islamische Kunst yang berlokasi di Berlin Mitte. Setelahnya, peserta diberikan pelatihan penyelenggaran Workshop interaktif yang nantinya dapat diaplikasikan di masing-masing komunitas asal mereka. Peserta dibagi menjadi dua kelompok, dan masing-masing kelompok diberikan tema spesifik untuk diolah selama dua hari pertemuan.

sumber : tamam_projekt

Di hari kedua, peserta yang telah dibagi menjadi dua kelompok diminta untuk menyelenggarakan Workshop bagi kelompok lainnya. Workshop pertama bertema Calligraffiti, sebuah adaptasi kontemporer dari seni kaligrafi dan dilanjutkan dengan Workshop kedua dengan tema Arsitektur Islam. Di akhir setiap sesi Workshop, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi, mengkaji ulang, bertukar perspektif serta mengekspresikan interpretasi masing-masing tentang kedua tema dalam bentuk gambar dan model bangunan tiga dimensi. 

sumber : tamam_projekt

Kegiatan berjalan dengan lancar dan antusiasme para peserta dapat dirasakan selama berlangsungnya acara. Diakhiri dengan sesi feedback, dimana peserta saling bertukar kesan dan pendapat. Penyerahan sertifikat keikutsertaan menandai perpisahan kegiatan Workshop tersebut.

sumber : tamam_projekt
Penulis : Amalia Ardian
Editor : Imam Rahmansyah  

Aksi Masa Kampanye Calon Walikota & Pemerintah Kota Berlin pada Pemilu 2021

By | Berita Terbaru | No Comments

IWKZ.de -BERLIN- Salah satu Aksi dalam masa Kampanye Pemilihan Umum yang berlangsung pada hari Rabu malam pukul 18 waktu Eropa Tengah (15/9), bertempat di Stadtmission Berlin, merupakan titik pertemuan penting bagi sekitar 270 tamu undangan anggota Berliner Bürgerplattformen dengan kandidat teratas calon Walikota dan pemerintah terpilih kota Berlin berikutnya. Aksi tersebut terselenggara atas kerja sama antar anggota kelompok Berliner Bürgerplattformen, didukung oleh Deutsche Institut für Community Organizing (DICO). IWKZ sendiri merupakan bagian dari anggota kedua organisasi tersebut.


Foto: Fahri Mahda/IWKZ e.V.

“Aksi ini bertujuan untuk mempererat hubungan satu sama lain, saling mendengarkan aspirasi dan bergerak bersama,” tutur moderator Iman Reimann di awal acara. Bertepatan dengan Hari Demokrasi Internasional, maka topik utama dalam acara tersebut ialah “Ikut serta dalam merancang Demokrasi”. Beberapa tagar kreatif seperti #DemokratieMitgestalten, #BerlinerBürgerplattform, dan #CommunityOrganizing mewarnai media sosial pada hari bersejarah itu.

Aksi tersebut membahas diskusi dengan topik utama tentang Fungsi Kota, Pendidikan dan kerja sama antara komponen politik dan masyarakat sipil. Terkait tema Fungsi Kota, perwakilan masyarakat dari kota bagian Wedding menyatakan pendapat bahwa mereka masih merasakan kesulitan, terlebih atas situasi yang berkembang belakang ini. Tema tema seperti Ruang Sosial dan tergesernya institusi masyarakat sipil masih dipandang sebagai masalah. Menanggapi hal tersebut Franziska Giffey dari SPD menyatakan bahwa mitra kerja yang tersinergis dengan baik dalam proses perencanaan perumahan antara pemerintah dan pihak-pihak terkait adalah kunci untuk menangani masalah tersebut. Bettina Jarasch dari B’90 / Grüne juga menambahkan bahwa tidak boleh ada lagi kriminalisasi, karena setiap orang berhak memiliki tempat tinggalnya sendiri.

Terkait bidang Pendidikan, perwakilan para siswa dan orang tua menjelaskan pengalaman mereka tentang diskriminasi yang masih terjadi di sekolah-sekolah di Berlin. Begitu juga dengan perwakilan dari sekolah privat yang berpendapat bawah pemerintah belum berhasil dalam menangani fenomena kesenjangan dan ketidakadilan bila dibandingkan dengan sekolah umum. Mereka mengharapkan proyek konkret yang dapat direalisasikan, jika salah satu kandidat memerintah negara. Semua sepakat bahwa masalah tersebut dapat diselesaikan melalui kerja sama antar pemerintah di bidang terkait.

Yang juga istimewa dari acara tersebut adalah kehadiran Herr Müller, Walikota Berlin lewat pesan singkatnya dalam sebuah video, ia mengatakan bahwa pemerintahannya puas dan mengapresiasi atas kerja sama yang terjalin baik dan berkelanjutan dengan Berliner Bürgerplattformen. Dia mengharapkan lebih banyak proyek dan inisiatif lagi kedepannya yang dapat memberi manfaat bagi kota Berlin dan masyarakatnya.

Siapa pun yang akan duduk di kursi eksekutif di Balai Kota nanti, terlepas dari apakah dia bagian koalisi atau oposisi, di akhir diskusi para kandidat sepakat untuk terus menjalin kerja sama dengan Berliner Bürgerplattformen.


Foto: Imam Rahmansyah/IWKZ e.V. 

Turut hadir M. Juan Akbar, ketua Indonesischer Weisheits- und Kulturzentrum e.V. bersama perwakilan bidang Humas IWKZ e.V. Dimas Abdirama, Fahri Mahda dan Imam Rahmansyah.

Berlin, 20 September 2021
oleh : Imam Rahmansyah
Koordinator für Presse- und Öffentlichkeitsarbeit IWKZ e.V. 

IWKZ e.V. Mengikuti Pelatihan Penyelia Halal Angkatan Pertama di Eropa.

By | Berita Terbaru | No Comments

(Berlin). IWKZ e.V mengikuti Pelatihan Penyelia Halal bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di Jerman. Acara ini merupakan kerjasama antara Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama Republik Indonesia dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin.

Pelatihan berlangsung dari tanggal 22 Mei sampai dengan 13 Juni 2021 di Jerman dan dibuka oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman, Arif Havas Oegroseno. Pelatihan Penyelia Halal bagi WNI di Jerman ini merupakan yang pertama kalinya dalam sejarah, diungkap oleh Arif Havas Oegroseno saat pembukaan acara.

sumber : https://kemlu.go.id/berlin

Total 24 peserta, 5 orang diantaranya perwakilan dari IWKZ e.V. yaitu Dody Hardiman, Siti Nurhayati, Winne Meranti Henarenjani, Nurul Afifah Fauzia & Nidya Ayu sebagai diaspora Indonesia di Jerman yang menjadi peserta pelatihan angkatan pertama di Eropa.


Sumber : www.kemenag.go.id

Tujuan dari kegiatan ini adalah menyiapkan sumber daya manusia dibidang halal dalam rangka penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) dan mendukung pengembangan layanan sertifikasi halal di luar negeri.

Pelatihan dilaksanakan secara daring. Kegiatan pelatihan meliputi pre-test, pembekalan materi oleh beberapa pakar narasumber seperti :

Kepala Pusat Registrasi & Sertifikasi Halal, Dr. H. Mastuki, M.Ag ; Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan JPH, Hj. Siti Aminah, M.Pd.I ; Kepala Bagian Pemeriksaan Halal PT Sucofindo, Adisam ; Auditor & staf ahli LPPOM MUI, Dr Hj Anna P Roswiem; Petugas layanan sertifikasi halal pada PTSP Kemenag Pusat, M Auli Rahman

Diakhir pelatihan, peserta mengikuti post-test untuk menentukan kelulusan sebagai penyelia halal dan mendapatkan sertifikat.

Laporan Kegiatan Ramadhan 1442 H

By | Berita Terbaru | No Comments

Assalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.

Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, meskipun bulan Ramadhan lalu masih kita jalani ditengah kondisi pandemi tetapi hal ini tidak sedikitpun mengurangi semangat kita untuk tetap dapat memeriahkan Ramadhan dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Panitia Ramadhan Masjid Al-Falah, IWKZ e.V. telah selesai menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

  • Kajian Online
    • KARIB (Kajian Online Menjelang Maghrib)
    Masjid Al-Falah mengadakan kajian online setiap hari Senin-Jumat
    bekerjasama dengan Human Initiative yang diisi oleh beragam
    Ustadz dengan tema-tema seputar Tazkiyatun Nafs, Aqidah, Sirah
    Nabawiyah & Sahabat, dan Fiqih. Selain itu setiap Sabtu & Ahad KARIB diadakan atas kerjasama antara Masjid Al-Falah Berlin dengan
    Masjid Indonesia Frankfurt.
    • Kajian Ummul Falah
    Pengajian online spesial Ramadhan Ibu-ibu Ummul Falah Berlin yang
    diadakan setiap hari Selasa & Kamis dengan mengundang Ustadz &
    Ustadzah dari Indonesia dan juga menyajikan tema-tema seputar
    Keluarga dan Fiqih.
    • Kajian Dzikirmu Perisaimu, bersama Ustadz Hartanto Saryono, Lc. Kajian online ini diselenggarakan setiap hari Sabtu atas kerja sama dengan Rumah Tajwid, serta dengan beberapa komunitas pengajian kota yang berada di Jerman dan Austria.
    • Kajian Kolaborasi
    Kajian online yang diadakan setiap hari Ahad menghadirkan ustadz – ustadz kondang Indonesia, yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Masyarakat Muslim Indonesia di Jerman, Austria, Swiss dan Denmark.
  • Risalah (Radio Sahur Al-Falah)
    Meskipun Ramadhan lalu masih ditengah kondisi pandemi, tetapi hal ini tidak menghalangi panitia untuk berkreasi demi menghidupkan semangat Ramadhan dengan menebar kebaikan. Pada Ramadhan 1442 H panitia Ramadhan meluncurkan program Risalah (Radio Sahur Al-Falah) melalui platform Discord setiap harinya untuk menemani jamaah pada saat waktu sahur. Tema yang disajikan seputar tips-tips produktif selama Ramadhan, berbagi pengalaman antar jamaah, hingga berbagi strategi untuk meningkatkan kualitas diri.

  • Shalawat Cinta Rumah Surga
    Panitia PRS (Proyek Rumah Surga) Masjid Al-Falah, mengadakan shalawat bersama setiap hari Jumat ba’da ashar melalui platform Discord dan Zoom. Pada kesempatan tersebut jamaah berdoa bersama-sama berharap agar Allah SWT memudahkan cita-cita jamaah Masjid Al-Falah untuk dapat memiliki bangunan Masjid dengan tempat yang lebih baik agar bisa lebih memberikan manfaat yang lebih luas untuk masyarakat muslim di Berlin.
  • Ramadhan Cinta Al-Quran & Bincang Pemudi Al-Falah
    Meskipun kondisi pandemi hal ini tidak mengurangi semangat dan kebiasaan pemudi Al-Falah untuk mengadakan khataman Al-Quran bersama selama bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini dilakukan setiap hari dengan memanfaatkan platform Discord. Selain itu pemudi juga mengadakan program bincang-bincang pemudi dengan tema Mindful Ramadan melalui platform yang sama.

  • TPA Spesial Ramadhan
    TPA Masjid Al-Falah juga tidak mau ketinggalan untuk ikut serta meramaikan semangat Ramadhan dengan mengadakan kegiatan online untuk anak-anak dengan rentang umur 2 sampai 11 tahun. Pada kesempatan ini TPA Masjid Al-Falah mengundang Story Teller dari Indonesia Kak Maulana yang membawakan tema “Aku Bangga Menjadi Seorang Muslim”. Acara ini tidak hanya diikuti oleh anak-anak dari TPA dari Masjid Al-Falah saja, melainkan anak – anak dari beberapa kota di Jerman serta Athena-Yunani pun ikut hadir meramaikan acara online tersebut. Acara ini turut didukung oleh Kharisma Woman & Education.

  • Tebar Cinta Ramadhan Al-Falah oleh pengajian Ibu-ibu Ummul Falah
    Seperti Ramadhan biasanya Ibu-ibu Ummul Falah tidak pernah ketinggalan untuk selalu berbagi kebaikan selama bulan Ramadhan, meskipun tahun ini Ramadhan masih dalam kondisi pandemi hal ini tidak mengurangi semangatnya sedikitpun. Setiap hari Sabtu Ibu-ibu Ummul Falah menyumbangkan hidangan berbuka puasa komplit dengan takjilnya dengan porsi kurang lebih sebanyak 150 setiap pekannya yang dibagikan untuk para mahasiswa di Berlin.

  • Program Zakat, Infaq & Sedekah (ZIS)
    Masjid Al-Falah selama bulan Ramadhan membuka berbagai jenis donasi melalui program-program ZIS dan telah menyalurkan ke beberapa mahasiswa Indonesia di Jerman yang terkena dampak pandemi secara finansial dan juga menyalurkan ke Indonesia melalui partner Human Initiative. Alhamdulillah, total penerimaan zakat fitrah tahun 1442H di mesjid AlFalah IWKZ sebesar €2,672 (334 jiwa). Dari jumlah zakat yang ada, kami telah menyalurkan sebesar €1680 untuk 11 orang saudara kita di Jerman, sisanya disalurkan untuk saudara kita di Indonesia. Kami juga menerima Zakat Maal, fidyah, infaq & sedekah dalam program ‘berbagi sedekah, berbagi bingkisan, berbagi ifthar’ dan program lainnya.

  • Shalat Idul Fitri di Masjid Al-Falah
    Masjid Al-Falah mengadakan shalat Idul Fitri berjamaah dengan membaginya menjadi dua kloter dikarenakan kondisi pandemi Covid-19. Setiap kloter Masjid Al-Falah hanya menerima 50 jamaah, selain itu jamaah diwajibkan untuk mendaftar terlebih dahulu dan memenuhi protokol kesehatan yang sudah ditentukan. Setelah melaksanakan shalat Ied berjamaah para jamaah mendapatkan paket hidangan santap khas lebaran yang diberikan oleh KBRI Berlin.


Kami mengucapkan terimakasih banyak, Jazakumullah Khairan Katsiran kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan Ramadhan Masjid AlFalah – IWKZ e.V. 1442 H: Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Republik Federal Jerman, partner kami Human Initiative, segenap panitia Ramadhan, dan tentunya seluruh jamaah yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan Ramadhan 1442 H. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menerima segala bentuk amal kebaikan dan ibadah kita.

Wassalaamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh.


Muhammad Juan Akbar
Ketua Masjid Al-Falah IWKZ e.V

Project Management 101, Uni and Beyond

By | Berita Terbaru | No Comments

Pada tanggal 5 Januari 2021, IWKZ Wissenschaft telah berhasil menyelenggarakan seminar pertama dari rangkaian seminar „Uni and Beyond.“ Kali ini menghadirkan Prof. Ardi Marwan, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Berlin periode 2020-2024. Sebelum bertugas sebagai Atase Dikbud di Berlin, Prof. Ardi Marwan berprofesi sebagai dosen senior di fakultas linguistik, di mana beliau juga merupakan salah satu Guru Besar di Politeknik Negeri Pontianak.

Seminar daring berdurasi dua jam ini diikuti oleh 28 peserta yang terdiri dari mahasiswa Indonesia yang berdomisili di seluruh Jerman. Dalam sesi materi, Prof. Ardi Marwan menyampaikan fase-fase yang dibutuhkan dalam menginisiasi dan menjalankan suatu proyek (SMART goals). Selain materi tentang penyelenggaraan proyek, Prof. Ardi Marwan juga berbagi tips-tips bagi mahasiswa yang berminat untuk mencari pendanaan untuk proyek atau kegiatan akademisnya.

Setelah sesi materi berakhir, peserta dibagi dalam kelompok kecil, dan diberikan waktu 15 menit untuk simulasi inisiasi proyek. Hasil diskusi dari proyek peserta kemudian dipresentasikan selama masing-masing 5 menit, dan diberi feedback oleh Prof.Ardi.

Seluruh peserta yang berhasil mengikuti keseluruhan acara menerima sertifikat dari IWKZ e.V. Tidak lupa, sebagai bentuk apresiasi atas waktu dan partisipasi Prof.Ardi dalam acara seminar, Tim IWKZ Wissenschaft menyerahkan cenderamata pada tanggal 1 Februari 2021 yang bertempat di KBRI Berlin.

Sampai jumpa di seminar “Uni and Beyond” berikutnya!

Tata Cara Idul Fitri di Tengah Pandemi

By | Berita Terbaru | No Comments

1 Syawal 1441 H/Mei 2020 M

Dr. Saiful Bahri, Lc. MA
Dewan Pertimbangan Syari’ah Masjid Al-Falah (IWKZ e.V.) Berlin

A. Tata Cara Shalat Idul Fitri

  1. Berniat shalat sunnah Idul Fitri dalam hati (boleh dibantu dengan melafazhkannya)
  2. Bertakbiratul ihram (ALLAHU AKBAR)
  3. Disunnahkan membaca doa iftitah singkat
  4. Bertakbir sunnah sebanyak 7 (tujuh kali)
  5. Di sela-sela takbir membaca: subhânallâh walhamdulillâh wa lâ ilâha illallâh wallâhu akbar
  6. Membaca Surah al-Fatihah
  7. Disunnahkan membaca Surah al-A’la atau surah atau ayat-ayat lainnya dari Al-Quran
  8. Ruku’ dan membaca tasbih
  9. I’tidal dengan membaca rabbanâ wa lakal hamdu.
  10. Sujud pertama dan membaca tasbih
  11. Duduk di antara dua sujud
  12. Sujud kedua dan membaca tasbih
  13. Berdiri rakaat kedua
  14. Bertakbir sunnah sebanyak 5 (lima) kali
  15. Di sela-sela takbir membaca: subhânallâh walhamdulillâh wa lâ ilâha illallâh wallâhu akbar
  16. Membaca Surah al-Fatihah
  17. Disunnahkan membaca Surah al-Ghasyiyah atau surah atau ayat-ayat lainnya dari Al-Quran
  18. Ruku’, kemudian I’tidal, sujud dua kali diselingi duduk
  19. Tahiyyat akhir dengan bacaannya
  20. Mengucapkan salam

Dilanjutkan dengan khutbah dua kali.

B. Tata Cara Khutbah Idul Fitri

  1. Khutbah Id hukumnya sunah yang merupakan kesempuranaan shalat Idul Fitri.
  2. Khutbah Id dilaksanakan dengan dua khutbah, dilakuan dengan berdiri, dan di antara keduanya dipisahkan dengan duduk sejenak.
  3. Khutbah pertama dilakukan dengan cara sebagai berikut:
    • Membaca takbir sebanyak sembilan kali.
    • Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca, “Alhamdulillah”.
    • Membaca shalawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca, “Allahumma shalli ‘ala Nabiyyina Muhammad”.
    • Berwasiat takwa.
    • Membaca ayat Al-Qur’an.
  4. Khutbah kedua dilakukan dengan cara sebagai berikut:
    • Membaca takbir sebanyak tujuh kali.
    • Memuji Allah dengan sekurang-kurangnya membaca, “Alhamdulillah”.
    • Membaca shalawat Nabi SAW, antara lain dengan membaca, “Allahumma shalli ‘ala Nabiyyina Muhammad”.
    • Berwasiat tentang takwa.
    • Mendoakan kaum muslimin.

C. Contoh Khutbah Idul Fitri bersama Keluarga di Rumah

MENERUSKAN TRADISI KEBAIKAN DAN KEMUDAHAN BERBUAT BAIK
Disusun oleh
Dr. Saiful Bahri, Lc. MA

Assalâmu’alaikum wa rohmatullâhi wa barokâtuh

Allahu Akbar X 9

Alhamdulillâhi Robbil ‘Âlamîn. Ash-shalâtu was-salâmu ‘alan nabiyyil karîm Muhammadin wa ‘alâ âlihi wa sohbihi ajma’în. Ayyuhal Muslimûn ûshîkum wa nafsi bitaqwallâh.

Qôla Ta’âla: a’ûdzu biLLâhi minasy syaithânir râjîm.

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Yurîdullâhu bikumul yusro wa lâ yurîdu bikumul ‘usro wa litukmilul ‘iddata wa litukabbirullâha ‘ala mâ hadâkum wa la’allakum tasykurûn.

Segala puji bagi Allah, Dzat yang maha penyayang. Shalawat beriring salam semoga tercurah kepada teladan semua manusia, Nabi Muhammad SAW.

Istri, putra putriku, orang-orang yang kucintai

Kita telah melalui Bulan suci Ramadan tahun ini dalam kondisi yang tidak seperti biasanya. Pandemi global Covid19 turut menyambangi negeri kita. Tapi kita jangan pernah mengentikan syukur kepada Allah yang selalu membersamai kita. Kita berdoa semoga saudara-saudara kita yang sakit Allah berikan kesembuhan.

Di bulan Ramadan kita dimudahkan Allah berada dalam ketaatan. Ringan dalam berpuasa, menekuri mushaf al-Quran, shalat berjamaah di rumah, sahur dan buka bersama. Bahkan masih bisa berbagi dengan segala keterbatasan dan di tengah kesulitan. Itu semua adalah karunia Allah yang luar biasa.

Dalam Surah al-Baqarah ayat 185 yang tadi dibaca Allah menjelaskan bahwa Dia memang menginginkan kemudahan terhadap kita. Dimudahkan dalam ketaatan. Dimudahkan, diberi keringanan-keirnganan.

يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ

Yurîdullahu bikumul yusro.

“Allah menginginkan kemudahan bagimu”

Maka marilah kita teruskan tradisi kebaikan dan kemudahan berbuat baik ini di bulan-bulan berikutnya.

Berikutnya, Allah berpesan agar kita agungkan selalu Allah yang Mahabesar, sebagaimana yang kita lakukan dalam shalat. Bertakbir dalam setiap pergerakan shalat kita. Agar kita terus ingat dan mengagungkan Allah dalam setiap nafas dan gerak hidup kita. Karena Allah membersamai kita kapan pun, dan dalam situasi apapun.

وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ

Wa li tukabbirullâha ‘ala mâ hadâkum

“dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu”

Berikutnya, Allah menginginkan kita agar selalu menjadi hamba-Nya yang bersyukur.

وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Wa la’allakum tasykurûn

“Dan supaya kalian bersyukur”

Maka kita harus pandai dan ringan berterima kasih dalam mengapresiasi orang. Lapang dalam memaafkan serta tak gengsi dalam meminta maaf atas kekhilafan.

Dengan tiga hal ini: 1) Kemudahan dalam ketaatan, 2) Mengagungkan Allah dalam segala situasi, 3) Selalu bersyukur, mari kita lanjutkan tradisi ini di bulan-bulan mendatang

Bârokallâhu fîkum jamî’an.

———————————————————————————————
(Duduk diantara dua khutbah)
———————————————————————————————

Allahu Akbar X 7

Alhamdulillâh. Ash-sholâtu was salâmu ‘ala Rasulillah. Wa ba’du.

Istriku dan Putra Putriku yang tercinta.

Teruslah bertakwa, agar Allah meridhai kita. Agar Allah kekalkan cinta di antara kita. Agar Allah makin menyayangi kita dan kumpulkan kita kembali kelak dalam surga khuldi-Nya.

Kita berdoa, agar Allah segera mengangkat wabah ini. Sehingga kita bisa kembali memakmurkan masjid dan mushola. Agar kita semarakkan kembali majelis-majelis ilmu. Agar kita bisa kembali bersua dan bersilaturrahim. Menyambung tali kasih dan cinta dengan banyak saudara.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Innallâha wa malâ`ikatahû yushallûna ‘alan nabiy, yâ ayyuhalladzîna `âmanû shollû ‘alaihi wa sallimû taslîmâ.

Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ‘âlihi wa shohbihî wa jamî’il muslimîn.

Astaghfirullahal ‘Adziim. Astaghfirullahal ‘Adziim. Astaghfirullahal ‘Adziim

Allhumaghfir lijamî’il muslimîn.

Ya Allah yang Maha Penyayang. Berkahilah keluarga kami, ilmu dan amal kami, rizki dan karunia yang Allah berikan.

Ya Allah yang Maha Pengampun. Ampunilah kami atas segala keterbatasan kami dalam bersyukur dan menjalankan perintah-Mu serta dalam berbagi dengan saudara-saudara kami.

Ya Allah yang Maha Kuasa. Angkatlah wabah penyakit ini, agar kami bisa kembali bersujud dan bersimpuh di masjid-masjid-Mu. Menemui saudara-saudara kami dalam majelis ilmu dan silaturahim.

Robbanâ âtinâ fiddunyâ hasanah wa fil âkhirati hasanah wa qinâ ‘adzâbannâr.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Jakarta, 20.05.2020
Dr. Saiful Bahri, Lc. MA

sumber: http://asamuslim.id/

Kekuatan Bürgerplattformen dan Keberagamannya

By | Berita Terbaru | No Comments

Bürgerplattformen kembali mengadakan aksi besar di musim panas yang lalu. Kali ini bertempat langsung di Betonwerk Grünau, area bekas industri yang sudah lebih dari 3 tahun ini diperjuangkan oleh Bürgerplattformen Berlin untuk menjadi area pemukiman baru, di mana dapat dibangun ribuan apartemen baru sebagai salah satu solusi bagi krisis tempat hunian di Berlin sekarang ini.

Di aksi yang dihadiri oleh sekitar 500 orang dari seluruh penjuru Berlin ini, disampaikan kisah-kisah sukses Bürgerplattformen yang terbaru, juga isu-isu aktual yang sedang digarap oleh masing-masing Bürgerplattform di Berlin. Mewakili Bürgerplattform Wedding/Moabit (WIR SIND DA!), jamaah Masjid Al-Falah IWKZ e.V., Muhammad Bagus Dwi Saputra menyampaikan bahwa isu yang sedang digeluti sekarang ini adalah tentang perbaikan bantuan terhadap tuna wisma pada saat musim dingin. Selain itu Bagus juga menceritakan tentang apa yang membuatnya tergerak untuk ikut memperjuangkan isu ini.

Highlight pada aksi kali ini terletak pada update tentang perjuangan mewujudkan lahan hunian baru di Berlin. Tampil Ketua Masjid Al-Falah, Bang Karimi bersama E. Schilling dari Silbernetz e.V. menceritakan keanehan-keanehan yang terjadi dalam upaya pada isu ini. Di sesi ini disampaikan juga secara blak-blakan nama-nama yang selama ini memblokir upaya pembangunan gedung-gedung perumahan baru di Betonwerk Grünau. Para hadirin bersepakat bahwa krisis tempat tinggal di Berlin masih ada, dan ingin agar Bürgerplattformen terus mengupayakan terwujudnya gedung-gedung apartemen baru di Grünau.

„Sebagai bagian dari masyarakat Berlin, kita (Masjid Al-Falah IWKZ e.V.) tentu harus turut ambil bagian dalam hal-hal dan upaya-upaya yang bisa membawa Berlin ke arah yang lebih baik. Tidak hanya sebagai individu, tapi juga sebagai organisasi, sudah semestinya kita terus berusaha agar dapat memberikan dampak positif yang luas dan manfaat yang dapat dirasakan oleh orang banyak. ‚Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.’ Begitu kan sabda Nabi SAW? Dan insya Allah kebaikan yang diraih masjid juga menjadi kebaikan bagi jamaah semua.“ Begitu jawaban Bang Karimi ketika ditanya tentang motivasi keaktivannya di Bürgerplattformen.


Bürgerplattformen adalah platform kerjasama antar organisasi masyarakat. Di Bürgerplattform Wedding/Moabit sendiri terdaftar lebih dari 40 organisasi, di mana Masjid Al-Falah IWKZ e.V. termasuk di dalamnya. Sekitar ratusan organisasi lintas budaya, lintas agama, lintas kegiatan, lintas usia, yang tergabung dalam Bürgerplattformen se-Berlin. Di sini organisasi-organisasi menyingkirkan perbedaan, saling mengenal, saling mendengarkan, menemukan kesamaan-kesamaan yang menjadi perekat, sampai menyepakati dan memperjuangkan tujuan yang sama. Dalam upaya mewujudkan tujuannya Bürgerplattformen kerap bekerjasama, berkomunikasi dan berdialog dengan banyak tokoh masyarakat, politisi, pejabat, termasuk Regierender Bürgermeister Michael Müller.



Suasana ketika Aksi Bürgerplattformen Musim Panas Lalu–[Foto: V. Paster]

Solusi untuk Krisis Taman Kanak-kanak dan Hunian di Kota yang Tumbuh dengan Pesat
Berlin. Dalam pertemuan pada malam 18 Juni 2019, di mana senat Berlin menetapkan keputusan “Mietendeckel” sebagai usaha untuk menyelamatkan krisis tempat tinggal. Acara yang dihadiri hampir sebanyak 500 perwakilan dari sekitar 60 grup keanggotaan yang tergabung dari empat Berliner Bürgerplattformen diadakan di Grünauer Straße, tepatnya di atas area bekas pabrik beton sebesar 30 hektar di mana sebelum tahun 1990 merupakan tempat produksi “piringen metal” untuk pemukiman besar DDR.
Fokus bahasan pada malam tersebut adalah mencari solusi bagaimana organisasi masyarakat sipil mengatasi tantangan pesatnya pertumbuhan kota Berlin, terutama dalam hal ini mengenai tema penyediaan Kita (TK) dan pembangunan hunian baru.

Pemaparan Tema-tema yang Sedang Digeluti oleh Masing-masing Bürgerplattform di Berlin.-[Foto: V. Paster]

Demokrasi yang Hidup dan Keberagaman
Aksi ini merupakan bukti sekaligus perayaan akan keberagaman dan demokrasi yang hidup. Setelah menjelaskan mengenai tema pencapaian dalam bidang taman kanak-kanak dan transportasi umum, Jörg Gerasch, Pastor dari Proyek Abraham dari Bürgerplattform “Wir Bewegen Spandau” memperjelas kembali: “Ini adalah demokrasi yang hidup dan bekerja dengan baik. Ini merupakan contoh bahwa masyarakat saling bahu membahu, membangun kerja sama dengan komitmen akan sebuah tema dan bersimpati untuk mendukung hal-hal dengan tujuan yang baik, sebagaimana mestinya dalam demokrasi yang baik.”

Keberhasilan dalam Bidang Taman Kanak-Kanak
Bersama dengan Sekretaris Negara Bagian untuk Pemuda dan Keluarga, Sigrid Klebba (SPD), disampaikan keberhasilan kerjasama antara Bürgerplattformen dan Kantor Senat untuk Pendidikan, pemuda dan Keluarga yang sudah berjalan hampir selama 2 tahun. Pencapaian tersebut adalah antara lain menambahnya akses sekolah vokasi dan sekaligus menambahnya calon tenaga kerja untuk TK, dipercepatnya kesempatan untuk masuk ke dunia kerja dengan memperkuat pendidikan vokasi untuk asisten pekerja sosial dan sekolah vokasi guru TK, juga dengan kursi-kursi tambahan untuk penilaian dan penyetaraan ijazah dan sertifikat kerja luar negeri.

Perbincangan antara Ramona Herzberg (SO! MIT UNS) und Sigrid Klebba (SPD)-[Foto: V. Paster]

“Semua hal tersebut dapat diraih berkat dukungan vital dari Bürgerplattformen”, jelas Sigrid Klebba dan lanjut mengutarakan apresiasi atas “tuntutan dan pengawasan kritis dari Bürgerplattformen” yang pada akhirnya menuntun ke diskusi yang sangat konstruktif yang menimbulkan hasil yang diharapkan.

Blokade di Bidang Pembangunan Hunian Baru
Sebagai kontribusi untuk penyelesaian masalah krisis hunian di Berlin, topik terhangat dan terbesar di Berlin saat ini juga salah satu pertanyaan terpenting untuk masa depan, Berliner Bürgerplattformen telah mengembangkan sebuah model, “Model Grünauer” [i], dalam beberapa tahun terakhir. Masyarakat sipil, pelaku pasar serta aktor politik dan administrasi yang terorganisir bekerja sama untuk merealisasikan pemukiman perkotaan yang baru, integratif, dan beragam untuk tempat hunian, pembelajaran, dan pekerjaan.
Peran warga dalam model ini bukan sebagai penghambat (NIMBY – Not in my backyard) melainkan sebagai penggerak yang menginisiasi kerjasama dengan pelaku industri properti untuk mewujudkan hunian terjangkau yang layak, termasuk juga apartemen milik pribadi. Hampir tiga tahun yang lalu, melalui Bürgerplattformen bersama pemilik bekas pabrik beton tersebut pelaku pasar dengan model ini dapat direalisasikan.

Elke Schilling dan Karimi Al-Banjary Memaparkan Situasi Terkini terkait Usaha Mewujudkan Sejumlah Area Hunian Baru di Berlin-[Foto: V. Paster]

Dorongan terhadap gagasan umum juga terhadap realisasi konkret perumahan baru diatas lahan bekas pabrik beton yang tidak hanya menyediakan tempat untuk perumahan, tetapi juga taman kanak-kanak, sekolah, pusat komunitas dan banyak lapangan kerja baru dalam bidang perdagangan dan industri, sudah lama diusulkan oleh banyak tokoh dari masyarakat kota, ekonomi, dari kalangan yayasan sosial dari pihak politik lokal dan negara bagian dan lingkungan sekitar. Namun, pemangku kebijakan untuk pembangunan perumahan yang terjangkau di setiap distrik dan desa utamanya, merespon dengan penolakan, penghambatan, dan blokade. Elke Schilling dari Silbernetz e.V., Bürgerplattform Wir sind Da (Wedding/ Moabit) mengatakan, “Kami sebutkan saja nama-nama yang menilai pembicaraan dengan kami sebagai waktu yang sia sia, tidak berguna dan tidak terarah: Senator kota Katrin Lompscher (LINKE), walikota distrik Treptow-Köpenick Oliver Igel (SPD) dan anggota dewan distrik Rainer Hölmer (SPD).”

Berliner Bürgerplattformen bertanya: Dimanakah para pemilik lahan dan bangunan, politisi, dan pemerintah, yang berpikiran terbuka dan mendukung masyarakat sipil dalam menerapkan model seperti disebut di atas? Di mana orang-orang yang bertanggung jawab yang ingin membangun apartemen dan mengembangkan kota? Yang menginginkan orang-orang bisa datang ke Berlin dan yang tahu bahwa sebuah aksi lebih baik daripada menunggu? Karena krisis perumahan belum berakhir, bahkan dengan Mietendeckel sekalipun, para peserta menegaskan untuk tetap mendesak topik pembangunan perumahan baru.

[i] https://www.vhw.de/fileadmin/user_upload/08_publikationen/verbandszeitschrift/FWS/2018/4_2018/FWS_4_18_Richter.pdf [20.06.2019]

disadur dan diterjemahkan dari http://www.organizing-berlin.de/

IWKZ e.V. Menjadi Partner Program Beasiswa Goethe Institut, Life of Muslims in Germany

By | Berita Terbaru | One Comment

LMG – Masjid Al-Falah IWKZ e.V. kembali menjadi partner dari program Life of Muslims in Germany (LMG) sebagai representasi masyarakat muslim Indonesia di Berlin. Kali ini adalah batch kedua, dimana batch pertama telah dilaksanakan winter tahun lalu. LMG adalah program jangka pendek yang diselenggarakan oleh Göthe Institut Indonesia dan didukung oleh Universitas Paramadina. 14 peserta yang mengikuti program kali ini berasal dari berbagai macam latar belakang, dari peneliti, jurnalis, guru, dokter sampai mahasiswa. Di sini mereka berkesempatan untuk mengenal lebih dalam kehidupan sebagai muslim di Jerman.

Pada tanggal 15 Juli yang lalu, para peserta datang berkunjung ke Masjid Al-Falah IWKZ e.V. sebagai bagian dari rentetan program yang sudah diatur oleh pihak penyelenggara. Para peserta disambut langsung oleh Ketua Masjid Al-Falah, Muhammad Ihsan Karimi, dan langsung dilanjutkan dengan perkenalan singkat. Dialog interaktif antara peserta LMG dengan ketua Masjid Al-Falah dimulai dengan penyampaian sejarah berdirinya Masjid Al-Falah dilanjutkan dengan program-program yang ditawarkan oleh Masjid Al-Falah berikut kiprahnya dalam lingkungan masyarakat Indonesia dan masyarakat Jerman pada umumnya.


Terlihat antusiasme peserta dalam mendengarkan penjabaran oleh ketua Masjid Al-Falah dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan, merespon informasi-informasi yang disampaikan. Pertanyaan yang diajukan sebagian besar mengarah kepada peran dan kontribusi masjid di lingkungan masyarakat luas. Sebagaimana yang sudah diketahui Masjid Al-Falah IWKZ e.V. menawarkan banyak program bagi jamaahnya, sembari terus berperan aktif di lingkungan masyarakat melalui kerjasama-kerjasama dengan institusi dan organisasi kemasyarakatan lainnya, baik itu masyarakat Indonesia, maupun masyarakat Jerman sendiri, dari himpunan masjid-masjid sampai platform gabungan organisasi kemasyarakatan lintas kultur lintas latar belakang.

Selain itu, Masjid Al-Falah juga memfasilitasi peserta program LMG untuk bertamu dan bercengkrama dengan keluarga Indonesia yang bermukim di Berlin untuk lebih menggali seluk-beluk dan suka-duka dari kehidupan sebagai minoritas muslim di Jerman ini.